KLINIK REHABILITASI MEDIS ONLINE

Terapi Bicara Pada Anak Dengan Cerebral Palsy

Audi Yudhasmara, Narulita Dewi

Cerebral Palsy adalah penyebab utama kelumpuhan pada masa kanak-kanak yang mempengaruhi fungsi dan perkembangannya.  Gangguan ini memengaruhi perkembangan gerakan dan postur tubuh yang diyakini muncul dari gangguan nonprogresif pada perkembangan otak janin atau bayi. Selain gangguan motorik yang menjadi ciri cerebral palsy, yang dapat membatasi aktivitas pasien, individu dengan cerebral palsy sering kali menunjukkan epilepsi, masalah muskuloskeletal sekunder, dan gangguan sensasi, persepsi, kognisi, komunikasi, dan perilaku. Seorang spesialis rehabilitasi memiliki peran penting dalam membantu mengoordinasikan perawatan pasien yang sering sangat terlibat ini serta membantu banyak aspek perawatan, termasuk, tetapi tidak terbatas pada, yang berkaitan dengan manajemen spastisitas, terapi, modalitas, bracing, sialorrhea, dan insomnia.

Cerebral palsy (CP) adalah sekelompok gangguan gerakan permanen yang muncul pada anak usia dini.  Tanda dan gejala bervariasi pada setiap orang dan dari waktu ke waktu. Seringkali, gejala termasuk koordinasi yang buruk, otot kaku, otot lemah, dan tremor.  Mungkin ada masalah dengan sensasi, penglihatan, pendengaran, menelan, dan berbicara.  Seringkali, bayi dengan cerebral palsy tidak berguling, duduk, merangkak atau berjalan sedini mungkin seperti anak-anak lain seusianya.  Gejala lain termasuk kejang dan masalah dengan pemikiran atau penalaran, yang masing-masing terjadi pada sekitar sepertiga orang dengan CP.  Meskipun gejala mungkin menjadi lebih terlihat selama beberapa tahun pertama kehidupan, masalah yang mendasarinya tidak memburuk seiring waktu.

Cerebral palsy disebabkan oleh perkembangan abnormal atau kerusakan pada bagian otak yang mengontrol gerakan, keseimbangan, dan postur tubuh. Paling sering, masalah terjadi selama kehamilan; Namun, mereka juga dapat terjadi saat melahirkan atau segera setelah lahir. Seringkali, penyebabnya tidak diketahui.  Faktor risiko termasuk kelahiran prematur, kembar, infeksi tertentu selama kehamilan seperti toksoplasmosis atau rubella, paparan methylmercury selama kehamilan, persalinan yang sulit, dan trauma kepala selama beberapa tahun pertama kehidupan, antara lain.  Sekitar 2% kasus diyakini disebabkan oleh penyebab genetik yang diturunkan.  Sejumlah sub-tipe diklasifikasikan berdasarkan masalah spesifik yang ada. Misalnya, mereka yang memiliki otot kaku mengalami kelumpuhan serebral kejang, mereka dengan koordinasi yang buruk memiliki kelumpuhan serebral ataksik dan mereka dengan gerakan menggeliat mengalami kelumpuhan serebral diskinetik. Diagnosis didasarkan pada perkembangan anak dari waktu ke waktu.  Tes darah dan pencitraan medis dapat digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya.

Terapi berbicara

Banyak anak dengan cerebral palsy diskinetik dan beberapa dengan cerebral palsy spastik memiliki keterlibatan wajah dan orofaring, menyebabkan disfagia, air liur, dan disartria. Terapi wicara dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan proses menelan dan komunikasi. Beberapa anak mendapat manfaat dari perangkat komunikasi augmentatif jika mereka memiliki kontrol motorik dan keterampilan kognitif yang memadai.

Pasien dengan palsi serebral athetoid dapat memperoleh manfaat paling banyak dari terapi wicara, karena sebagian besar individu ini memiliki kecerdasan normal, dan komunikasi merupakan hambatan sekunder akibat efek atetosis pada ucapan. Komunikasi yang memadai mungkin merupakan tujuan terpenting untuk meningkatkan fungsi pada pasien dengan palsi serebral athetoid. Banyak anak dengan cerebral palsy mengalami kesulitan makan yang juga akan mendapat manfaat dari terapi wicara.

Gangguan bicara sering terjadi pada penderita cerebral palsy. Faktanya, sebuah studi tahun 2012 yang dilakukan oleh para peneliti Swedia menemukan bahwa masalah bicara memengaruhi lebih dari separuh anak-anak dengan cerebral palsy.

READ  Fase Rehabilitasi Jantung

Beberapa anak dengan cerebral palsy mengalami kesulitan mengontrol otot-otot di wajah, tenggorokan, leher dan kepalanya. Hal ini dapat menyebabkan masalah saat berbicara, mengunyah, dan menelan. Itu juga dapat menyebabkan air liur dan memengaruhi kemampuan keseluruhan untuk berinteraksi dan belajar. Mereka yang juga mengalami kesulitan mendengar mungkin kesulitan memahami bahasa lisan.

Terapi wicara dan bahasa berusaha untuk meningkatkan kemampuan bicara dan komunikasi anak dengan memperkuat otot yang digunakan untuk berbicara, meningkatkan keterampilan motorik oral, dan dengan meningkatkan pemahaman mereka tentang ucapan dan bahasa. Ini juga dapat membantu gangguan menelan, seperti disfagia.

Manfaat Terapi Wicara
Terapi wicara bisa sangat bermanfaat untuk anak-anak dengan cerebral palsy.

Ketika anak-anak meningkatkan kemampuan bicara dan komunikasi mereka, mereka lebih mampu mengekspresikan kebutuhan mereka, berbagi pemikiran mereka dan berinteraksi dengan orang lain.

Anak-anak dengan cerebral palsy yang mengalami kesulitan makan, mengunyah, dan menelan mungkin juga memiliki masalah dengan pertumbuhan normal dan menjaga berat badan yang sehat. Terapi wicara dapat membantu mengatasi masalah ini, sehingga lebih mudah bagi anak untuk mendapatkan nutrisi dan hidrasi yang dibutuhkan. Ini dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan dan meningkatkan kemandirian mereka.

Terapi wicara dapat membantu dengan hal-hal berikut:

  • Artikulasi
  • Pengucapan
  • Lancar / gagap
  • Pembentukan suara dan kata
  • Mendengarkan
  • Nada
  • Pengembangan bahasa dan kosa kata
  • Volume ucapan
  • Pemahaman kata
  • Asosiasi objek kata
  • Dukungan dan kontrol napas
  • Mengunyah
  • Menelan
  • Koordinasi dan kekuatan otot bicara

Manfaat terapi wicara lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan anak untuk memahami dan menggunakan bahasa. Komunikasi sangat penting untuk bidang perkembangan lain, seperti perkembangan kognitif dan perkembangan sosial dan emosional. Saat anak belajar mengekspresikan diri dengan lebih baik, manfaatnya dapat dilihat dalam banyak aspek lain dalam kehidupan dan perkembangan mereka.

Terapi wicara bermanfaat karena dapat membantu:

  • Mendorong pembelajaran dan pendidikan
  • Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
  • Tingkatkan kemandirian
  • Tingkatkan literasi
  • Meningkatkan kemampuan untuk mengekspresikan pikiran dan ide
  • Tingkatkan sosialisasi
  • Tingkatkan harga diri
  • Kurangi rasa malu
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Meningkatkan fungsi dan keamanan menelan

Anak-anak dengan berbagai jenis cerebral palsy mungkin menghadapi masalah komunikasi, yang dapat ditangani dengan terapi wicara.

Masalah bicara yang berbeda karena terkait dengan setiap jenis cerebral palsy meliputi:

  • Kejang – Anak-anak dengan cerebral palsy kejang biasanya berjuang dengan gerakan oral yang lambat dan tidak tepat yang membutuhkan banyak usaha. Ucapan mereka sering terdengar cadel dan suaranya terdengar kencang atau serak.
  • Athetoid – Mereka yang menderita kelumpuhan serebral athetoid sering mengalami kesulitan mengontrol otot wajah dan lidah mereka. Mereka juga mengalami kesulitan untuk mengontrol pernapasan dan pita suara, serta kesulitan makan dan mengeluarkan air liur.
  • Ataxic – pidato “Scanning”, yang berbicara dengan suara monoton dengan suara nafas, umum terjadi pada anak-anak dengan palsi serebral ataksik. Ucapan mereka sering kali ditandai dengan jeda dan akselerasi dan mereka juga mengalami kesulitan menelan.

Apa yang Diharapkan dalam Terapi Wicara

Terapi wicara berbeda untuk setiap anak dengan cerebral palsy. Selama sesi pertama, terapis wicara akan melakukan penilaian awal terhadap fungsi fisik dan kognitif anak. Penilaian ini mungkin termasuk pemeriksaan riwayat kasus anak, pemeriksaan rongga mulut, tes audiologi, penilaian artikulasi, penilaian bahasa dan kefasihan, dan penilaian kognitif.

READ  Terapi Enteral Feeding Pada Anak Dengan Gangguan Menelan atau Disfagia

Setelah penilaian awal, ahli terapi wicara kemudian dapat menentukan diagnosis anak dan membuat rencana perawatan. Perawatan biasanya terdiri dari latihan yang disesuaikan dengan perjuangan khusus anak dengan komunikasi atau menelan. Alat komunikasi bantu dan bahasa isyarat sering digunakan untuk membantu anak mengekspresikan dirinya. Ini sangat membantu dalam kasus yang lebih parah, seperti ketika anak-anak sama sekali nonverbal.

Latihan yang Digunakan dalam Terapi Wicara
Banyak latihan berbeda digunakan dalam terapi wicara. Rencana perawatan setiap anak akan berbeda berdasarkan tantangan dan kebutuhan masing-masing.

Beberapa contoh latihan umum untuk terapi wicara meliputi:

  • Terapi Artikulasi – Menggunakan kartu bahasa untuk membantu fokus pada suara tertentu; mendorong anak-anak untuk mengeluarkan suara sambil melihat ke cermin untuk membantu mereka memahami bagaimana mulut mereka bergerak.
  • Latihan Meniup – Meniup gelembung atau peluit untuk melatih otot mulut untuk menghasilkan suara tertentu dan memperkuat perut untuk mengontrol nafas.
  • Latihan Pernapasan – Bekerja pada penghirupan dan pernafasan untuk memperkuat diafragma.
  • Latihan Rahang – Makan makanan yang membutuhkan kunyahan ekstra, seperti seledri, apel dan wortel, untuk memperkuat otot rahang; berlatih membuka dan menutup mulut hanya dengan menggunakan otot rahang sementara orang lain memegang dagu.
  • Asosiasi Bahasa dan Kata – Menggunakan kartu flash dengan kata dan suara yang berbeda tertulis di atasnya; menyusun potongan puzzle dengan kata-kata yang cocok, seperti “kaus kaki” dan “sepatu”, “sikat gigi” dan “pasta gigi”, dan “kelelawar” dan “bola”.
  • Latihan Bibir – Meremas bibir mereka di sekitar permen lolipop untuk meningkatkan kekuatan; mengerutkan bibir untuk meningkatkan ekstensi bibir.
    Latihan Menelan – Melakukan “usaha menelan”, yaitu mengumpulkan cairan atau air liur di mulut dan menelannya dalam sekali tegukan. Ini membantu mencegah makanan dan cairan masuk ke saluran napas. Melakukan “manuver masako” yang memperkuat otot di bagian belakang tenggorokan. Hal ini dilakukan ketika anak menjulurkan lidahnya, dengan lembut menekannya dengan gigi agar tetap di tempatnya dan kemudian berlatih menelan.
  • Latihan Lidah – Memperkuat lidah dengan menjulurkannya dan mendorongnya ke penekan lidah atau sendok selama beberapa detik.

Peralatan yang Digunakan dalam Terapi Wicara
Terapis wicara menggunakan berbagai alat yang berbeda untuk membantu anak-anak dengan cerebral palsy meningkatkan atau mengatasi kesulitan komunikasi mereka. Teknologi asistif atau alat bantu juga digunakan sebagai alat bantu komunikasi, khususnya bagi anak nonverbal.

Alat
Alat yang biasa digunakan dalam terapi wicara meliputi:

  • Alat penempatan (posisi lidah yang benar untuk suara tertentu)
  • Mengunyah sensoris oral
  • Sedotan
  • Penekan lidah
  • Papan gambar
  • Buku
  • Kartu flash
  • Papan hapus kering
  • Flip chart

Alat Bantu
Alat bantu berikut biasanya digunakan untuk membantu mereka yang memiliki masalah komunikasi:

  • Tablet
  • Komputer dan keyboard
  • Perangkat komunikasi augmentatif dan alternatif (AAC)
  • Sistem komunikasi tanpa bantuan – menggunakan tubuh anak untuk mengkomunikasikan pesan, seperti bahasa tubuh atau bahasa isyarat
    Sistem komunikasi berbantuan – alat selain tubuh anak, seperti kertas dan pensil, papan, perangkat penghasil suara, dll.
  • Perangkat lunak khusus

Terapi Wicara berdasarkan Usia

READ  Rehabilitasi Multidisiplin Fibromialgia

Seiring bertambahnya usia anak atau peningkatan kemampuannya, rencana perawatan terapi wicara mereka harus berubah. Tiga tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting untuk memperoleh keterampilan berbicara dan bahasa karena otak mereka berkembang dan menjadi dewasa, memungkinkannya untuk dengan mudah menyerap informasi ini. Intervensi dini memberi anak kesempatan terbaik mereka untuk berkembang dan belajar dengan potensi penuh mereka.

  • Balita – Terapi wicara untuk balita berbasis permainan dengan permainan dan mainan, pengulangan suara dan kata-kata, menyanyikan lagu dan seni dan kerajinan.
  • Anak kecil – Untuk anak usia sekolah, ada penekanan ekstra pada interaksi sosial, meskipun permainan dan mainan masih digunakan. Terapi biasanya terdiri dari berbagai aktivitas untuk meningkatkan komunikasi, seperti mendongeng, melakukan percakapan, pengulangan suara dan kata, serta mengerjakan tugas sekolah anak. Terapi juga membantu anak meningkatkan keterampilan sosialnya, seperti menegakkan kepala dan menjaga kontak mata saat berbicara.

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× KONSULTASI VIRTUAL Chat di sini