Penatalaksanaan rehabilitasi Fraktur kompresi (Wedge fractures)

Penatalaksanaan rehabilitasi Fraktur kompresi (Wedge fractures)

adanya kompresi pada bagian depan corpus vertebralis yang tertekan dan membentuk patahan irisan. Fraktur kompresi adalah fraktur tersering yang mempengaruhi kolumna vertebra. Fraktur ini dapat disebabkan oleh kecelakaan jatuh dari ketinggian dengan posisi terduduk ataupun mendapat pukulan di kepala, osteoporosis dan adanya metastase kanker dari tempat lain ke vertebra kemudian membuat bagian vertebra tersebut menjadi lemah dan akhirnya mudah mengalami fraktur kompresi. Vertebra dengan fraktur kompresi akan menjadi lebih pendek ukurannya daripada ukuran vertebra sebenarnya. Trauma vertebra yang mengenai medula spinalis dapat menyebabkan defisit neorologis berupa kelumpuhan.

Klasifikasi Trauma Vertebra

BEATSON membedakan atas 4 grade:

  1. Grade I = Simple Compression Fraktur
  2. Grade II = Unilateral Fraktur Dislocation
  3. Grade III = Bilateral Fraktur Dislocation
  4. Grade IV = Rotational Fraktur Dislocation

BEDBROCK membagi atas:

  1. Trauma pada vertebra seperti compression, extension dan flexion rotation injury
  2. Trauma medula spinalis seperti : comotio, con-tusio, stretching, gangguan vaskuler, trombus dan hematoma

E. SHANNON STAUPER membagi:

  1. Extension injury
  2. simple flexion injury dan
    flexion compression fraktur dislocation.

HOLDS WORTH membagi alas taruma: Fleksi, rotasi fleksi, rotasi, ektensi, kompressi vertikal (direct shearing force)

Pembagian Umum:

  1. Fraktur Stabil: Fraktur wedging sederhana (Simple wedges fraktur), Burst fraktur dan Extension
  2. Fraktur tak stabil: Dislokasi, Fraktur dislokasi, Shearing fraktur

Fraktur tulang belakang terjadi karena trauma kompresi axial pada waktu tulang belakang tegak. Menurut percobaan beban seberat 315 kg atau 1,03 kg per mm2 dapat mengakibatkan fraktur tulang belakang. Daerah yang paling sering kena adalah daerah yang mobil yaitu VC4.6 dan Th12-Lt-2.

Jika faktur stabil (kelainan neorologis) maka dengan istirahat saja penderita akan sembuh.. Yang menjadi masalah bila disertai dengan kelainan neorologis.

I. Fase Akut (0-6 minggu)

  1. Live saving dan kontrol vital sign
  2. Perawatan trauma penyerta. Fraktur tulang panjang dan fiksasi interna. Perawatan trauma lainnya.
  3. Fraktur/Lesi pada vertebra
  • Konservatif (postural reduction) (reposisi sendiri). Tidur telentang alas yang keras, posisi diubah tiap 2 jam mencegah dekubitus, terutama simple kompressi.
  • Operatif. Pada fraktur tak stabil terdapat kontroversi antara konservatif dan operatif. Kalau dilakukan operasi harus dalam waktu 6-12 jam pertama dengan cara: laminektomi 1)fiksasi interna dengan kawat atau plate 2)3) anterior fusion atau post spinal fusion
  • Perawatan status urologi Pada status urologis dinilai ripe kerusakan sarafnya apakah supra nuldear (reflek bladder) dan infra nuklear (paralitik bladder) atau campuran.

Pada fase akut dipasang keteter dan kemudian secepatnya dilakukan bladder training dengan cara penderita disuruh minum segelas air tiap jam sehingga buli-buli berisi tetapi masih kurang 400 cc. Diharapkan dengan cara ini tidak terjadi pengkerutan buli-buli dan reflek detrusor dapat kembali.

1) Miksi dapat juga dirangsang dengan jalan:

2) Mengetok-ngetok perut (abdominal tapping)

3) Manuver crede

Ransangan sensorik dan bagian dalam paha 4)

5) Gravitasi/ mengubah posisi

d. Perawatan dekubitus

Dalam perawatan komplikasi ini sening ditemui yang terjadi karena berkurangnya vaskularisasi didaerah tersebut.

II. Fase Sub Akut (6-12 minggu)

Fraktur perawatan komplikasi ini sering ditemui yang terjadi karena berkurangnya vaskularisasi didaerah tersebut.

III. Fase berdikari (3-6 bulan)

Yang banyak berperan disini adalah pekerja sosial seperti:

mempersiapkan rumah beserta isinya pada penderita.
Mengadakan alat-alat pembantu
Mempersiapkan pekerjaan tangannya.

Siapapun yang mengelola penderita ini harus dapat:

Mengembalikan spinal augment
Stabilitas dan tulang belakang
Mengusahakan agar penderita mencapai kehidupan normal
Mencegah komplikasi.

FISIOTERAPI

Stadium Akut

  1. Breathing exercise yang adequate
  2. Mencegah kontraktur
  3. Melatih otot yang lemah

Stadium Sub Akut

  • Penderita boleh duduk pada kursi roda

III. Berdikari

IV. Follow up

V. Occupational therapy

REKONSTRUKSI DAN REHABILITASI CACAT TULANG BELAKANG

Cacat vertebra dapat disebabkan oleh penyakit dengan variasi yang sangat luas mulai dan penyakit kongenital sampai idiopatic. Sering kelainan vertebra disertai dengan adanya defisit neorologi. Deformitas tulang belakang ini bervariasi pula yang mulai dan tanpa gejala sampai ada gejala yang sangat berat berupa kelumpuhan.

Hubungan sumsum tulang belakang dengan vertebra adalah:

Kelainan neorologis dapat menimbulkan deformitas belakang misalnya: scollosis paralitik.
Deformitas tulang belakang dapat menimbulkan kelainan neorologis, misalnya: spinal stenosis, diastematomella, kyphoscollosis yar berat.
Beberapa penyakit dapat menimbulkan keduanya, yaitu deformitas tulang belakang dengan kelainan syarafmisalnya: Pott paraplegia, Metastase tumor dengan kompresi fraktur
Koreksi deformitas tulang belakang dapat menimbulkan komplikasi saraf misalnya instrumentalia harington.

Sifat Deformitas

Scoliosis: pembengkokan keposterior dan tulang belakang.
Kyposis: pembengkokan keposterior dan tulang belakang.
Gibbus: kyposis yang pendek dengan sudut yang tajam.
Kelainan setempat yang bervaniasi

Pada koreksi cacat tulang belakang muncul 3 problem:

  1. Penyebab deformitas (infeksi, neoplasms, metabolik, dll)
  2. Deformitas sediri
  3. Akibat deformitas itu sendiri pada organ sekitamya:

Defisit neorologis : paraflegia dan tetraplegia.
Ganguan fungsi paru-paru pada skollosis
Gangguan tr. Urinarius.

Karena itu terapi diarahkan pada:

  1. pengobatan terhadap penyabab deformitas.
  2. koreksi dan rekonstruksi deformitas (fiksasi yang kuat)
  3. rehabilitasi.

Tujuan koreksi:

Meningkatkan, memperbaiki atau mengembalikan anatominya semaksimal mungkin dalam batas toleransi jaringan lunak disekitar tulang belakang, terutama medula spinalis. Koreksi kadang-kadang tidak perlu harus sampai 100%.

Kontra indikasi Operasi

Keadaan umum penderita jelek

Diagnosis Banding

  • Fraktur patologis

Pemeriksaan Penunjang

  • Radilogis, laboratorium
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s