KLINIK REHABILITASI MEDIS ONLINE

Tanda dan Gejala Cedera Otak Traumatis

Cedera otak traumatis juga dikenal sebagai cedera otak didapat, cedera kepala, atau cedera otak, menyebabkan kecacatan dan kematian yang substansial. Itu terjadi ketika trauma mendadak merusak otak dan mengganggu fungsi normal otak. TBI mungkin memiliki efek fisik, psikologis, kognitif, emosional, dan sosial yang mendalam.

Traumatic Brain Injury (TBI) adalah gangguan pada fungsi normal otak yang dapat disebabkan oleh pukulan, benturan atau sentakan pada kepala, kepala yang tiba-tiba dan keras mengenai suatu benda atau saat suatu benda menembus tengkorak dan masuk ke jaringan otak.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, ada sekitar 2,8 juta kunjungan ke gawat darurat terkait TBI, rawat inap, dan kematian di Amerika Serikat pada tahun 2013.

Tanda klinis berikut merupakan perubahan fungsi otak yang normal:

  • Kehilangan atau penurunan kesadaran
  • Kehilangan ingatan untuk kejadian sebelum atau sesudah kejadian (amnesia)
  • Defisit neurologis fokal seperti kelemahan otot, kehilangan penglihatan, perubahan bicara
  • Perubahan kondisi mental seperti disorientasi, lambat berpikir atau sulit berkonsentrasi
  • Gejala TBI bisa ringan, sedang, atau parah, tergantung pada tingkat kerusakan otak. Kasus ringan dapat menyebabkan perubahan singkat pada kondisi mental atau kesadaran. Kasus yang parah dapat mengakibatkan ketidaksadaran, koma, atau bahkan kematian dalam waktu lama.

Gejala
Gejala sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera kepala. Mereka mungkin termasuk salah satu dari yang berikut:

  • Muntah
  • Kelesuan
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Kelumpuhan
  • Koma
  • Hilang kesadaran
  • Pupil-pupil terdilatasikan
  • Perubahan penglihatan (penglihatan kabur atau penglihatan ganda, tidak dapat mentolerir cahaya terang, kehilangan gerakan mata, kebutaan)
  • Cairan serebrospinal (CSF) (bening atau berwarna darah) muncul dari telinga atau hidung
  • Pusing dan kekhawatiran keseimbangan
  • Masalah pernapasan
  • Denyut nadi lambat
  • Tingkat pernapasan lambat dengan peningkatan tekanan darah
  • Dering di telinga atau perubahan pendengaran
  • Kesulitan kognitif
  • Respon emosional yang tidak tepat
  • Kesulitan berbicara (bicara cadel, ketidakmampuan untuk memahami dan / atau mengartikulasikan kata-kata)
  • Kesulitan menelan
  • Tubuh mati rasa atau kesemutan
  • Kelopak mata terkulai atau kelemahan wajah
  • Kehilangan kontrol usus atau kontrol kandung kemih
See also  Terapi Modifikasi Diet Pada Anak dengan Disfagia

Share and Enjoy !

Shares
See also  Terapi Fisik dan Rehabilitasi Ruptur Tendon Achilles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× KONSULTASI VIRTUAL Chat di sini